cerita mesum

Istri Orang Butuh Belaian Manja

Dr. Anggi baru saja menikah dengan salah satu pengusaha dan bekerja di sebuah pemerintahan, Dr. Anggi terkanal dengan keparasan kecantikan dia, jadi tak heran kalau banyak orang yang kagum dan senang saat di tangani oleh Dr. Anggi, umurnya masih muda kira kira 28 tahun dengan suaminya Irul dia menunda untuk mempunyai momongan.

Saat ini Anggi baru saja berumur 28 tahun dan telah menyelesaikan spesialisnya. Dia sudah menikah dengan Irul kurang lebih 1 tahun, mereka memutuskan untuk menunda dulu punya bayi demi karier Anggi dan Irul. Kehidupan pasangan ini sangat mesra dan harmonis, mereka sama2 berasal dari lingkungan yang berada dan cukup terpandang di kota itu.

Suatu hari Anggi mendapat tugas dari kantornya untuk mengabdi di sebuah pulau yang baru saja menjadi kabupaten di provinsi itu. Sebagai dokter yang telah terikat sumpah bakti, maka dengan berat hati Dia menerima tugas itu, meskipun Dia akan berpisah beberapa saat dengan suaminya Irul.

Jarak pulau itu dengan kota provinsi memang agak jauh di tempuh dengan kapal laut perintis sekali seminggu. Saat pertama Anggi menempuh pulau itu, Dia di antar Irul,suaminya, bagaimanapun Irul ingin melihat lingkungan tempat kerja istrinya itu.

Baca Juga: Wanita Cantik yang Memiliki Hobi Ngesex di Kantor

Dokter Anggi menempati rumah dinas yang memang agak jauh dari rumah penduduk lain dan dekat dengan puskesmas. Selama di sana, Irul selalu menasehati istrinya agar berhati hati dengan penduduk pulau itu, yang memang masih sedikit tertinggal peradabannya.

Dia percaya Anggi bisa menjaga diri, tetapi dalam hatinya memang ada sedikit kekuatiran. Karena selain cantik, cuma Anggi seorang wanita yang bertugas di puskesmas itu.

Hampir tiap malam Irul menyirami batin Anggi dengan kemesraan2. Dia berharap Anggi akan puas, dan sebab tak tiap saat mereka bersama. Hampir semua cara telah di praktekan Irul untuk melaksanakan kewajibannya kepada Anggi, dan selalu di akhiri dengan kepuasan yang tinggi bagi keduanya.

Pada saat itu di puskesmas tinggallah Anggi seorang diri dan di bantu oleh seorang laki2 yang bertugas sebagai pengantar ke desa2 pinggir pulau itu untuk memberikan pelayanann kesehatan. Lelaki itu bernama pak Wisnu, Dia penduduk asli kota itu.

Umurnya sudah 56 tahun tetapi masih kuat mengayuh dayung perahu, yang selalu membawa Anggi ke desa itu. Sosoknya cukup tinggi, hitam dan amat di takuti dipulau itu. Wisnu juga memiliki istri 3 orang dan Dia di segani dipulau itu. tiap hari Wisnu selalu menemani Anggi , kedesa dengan perahunya.

Teradang jika larut malam, pak Wisnu tak pulang ke rumah istrinya, karena jauh dan Dia menginap di rumah dinas Anggi. Dia juga mengetahui sesekali Irul, suami Anggi datang dan bermalam di rumah itu. Suatu hari, Wisnu tanpa sengaja melihat Anggi dan Irul sedang melakukan hubungan badan, Dia tak tahu saat itu Irul ada di rumah.

Dia sempat melihat kepolosan Anggi saat di senggamai Irul. Dan sejak saat itu, Dia selalu terbayang akan sosok tubuh Anggi. Pada akhir2 setelah itu, suami Anggi jarang datang ke pulau itu dan kebetulan pak Wisnu menanyakan kepada Anggi,

“Buk, pak Irul kok jarang kesini lagi?” tanyanya.

“Oooo.. bang Irul sekolah lagi ke jawa. Yahhh kira-kira 4 sampai 5 bulan pak” jawab Anggi.

“Pantas bapak gak pernah kelihatan” kata Wisnu.

Sebulan kemudian, suatu malam sepulang dari desa, hujan turun dengan derasnya dan disertai angin topan. Untunglah saat itu Anggi dan pak Wisnu telah sampai dipinggir sungai. Lalu dengan basah kuyup mereka berlari kerumah Anggi.

Sesampainya dirumah Anggi menyilahkan pak Wisnu masuk,

“Masuk aja pak, nanti aku ambilkan handuk” kata Anggi sambil berlalu kebelakang.

Lalu Dia memberikan handuk dan pak Wisnu pun membuka pakainannya yang basah. Sedangkan Anggi ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengganti pakainannya yang basah dengan pakaian tidurnya. Lalu Dia kedepan dan memberikan baju bekas suaminya ke pak Wisnu.

“Dipakai saja baju bang Irul ini pak” kata Anggi ke pak Wisnu.

“Makasih buk” kata pak Wisnu.

Lalu Anggi ke dapur dan membuatkan kopi panas buat pak Wisnu. Tak lama kemudian Dia keluar dan menghidangkan kopi panas kepada Wisnu sambil jongkok. Saat itu sempat terlihat belahan dada yang tertutup bh oleh pak Wisnu, “alangkah mulusnya,,” guman pak Wisnu dalam hati.

Anggi saat itu tak sadar bahwa dadanya sempat diintip Wisnu. Dia lalu duduk di sofa itu sambil berkata,

“diminum kopinya pak”

“baik buk” kata Wisnu.

Lalu Anggi berbincang dengan pak Wisnu,

“pak, jika hujan dan dingin gini apa bisa pak Wisnu tidur di sofa ruang tamu aja?” kata Anggi.

“Soalnya kamar cuma satu” katanya lagi.

“Ooo gak apa apa buk” jawabnya.

“Oh ya udah pak. aku tidur dulu ya” kata Anggi.

Sambil bergurau pak Wisnu bilang “Hati2 bukkk, jika takut, biar aku temani di kamar” katanya

“Ooooo.. jangan pakkk, nanti aku khilaf pak” kata Anggi gak kurang guraunya.

“Sekali-kali gak apa buk, kan ibu kesepian”

“Wahhh kurang ajar juga orang ini” kata Anggi dalam hati.

“Tidak pak” kata Anggi lagi.

Lalu pak Wisnu berdiri dan mengikuti Anggi ke kamarnya.

“Lho… ada apa kok bapak mengikuti saya?” tanya Anggi.

“Aku tahu ibu pasti kedinginan dan butuh belaian, sebab ibu sudah agak lama tak berhubungan dengan suami ibu. Jadi aku bersedia menggantikan suami ibu” kata Wisnu lagi.

“Keluar…!!!!” kata Anggi keras.

“Jangan galak-galak bu, nati kecantikan ibu habis” jawabnya lagi.

“Cuma sebentar kok bu, gak ada orang yang tahu juga” kata pak Wisnu.

Sedang Anggi saat itu dalam hatinya bergolak ingin marah dan menampar muka pak Wisnu. Namun Dia tahu Dia cuma seorang diri di malam yang di sertai hujan deras itu.

“Buk, aku sudah lama juga ingin bersama ibu” kata pak Wisnu.

“Sejak aku melihat ibu dan bapak berdua saat itu” imbuhnya.

“Jika ibu tak mau, aku akan berusaha membuat ibu mau” katanya lagi.

Saat itu tak ada pilihan lain bagi Anggi. Memang saat itu nafsunya sedang berada dipuncak, namun Dia tak ingin dengan pak Wisnu yang dekil. Namun Dia tak ada pilihan lain.

Anggi cuma diam saja dan duduk di pinggir ranjangnya, sementara pak Wisnu terus masuk kekamar dan duduk di samping Anggi. Lalu Dia membelai rambut sebahu Anggi, sambil menciumi bibir Anggi. Anggi cuma diam dan menanti apa yang akan diperbuat lelaki itu. Pak Wisnu lalu berdiri, menutup pintu kamar dan menguncinya.

Dia lalu membelai dada Anggi, Dia turunkan baju tidur Anggi sambil menciumi leher jenjangnya. Setelah baju tidur itu terbuka, Dia lalu buka pengait bh yang berukuran 34b itu. Tampak dua gunung kembar yang mulus dan terawat. Mulut pak Wisnu tak henti-hentinya menciumi dan menjilati puting susu Anggi.

Sebelah tangannya lagi turun kebawah dan membuka kain penutup memek Anggi. Lalu Anggi Dia baringkan di ranjang, cd Anggi Dia tarik kebawah, lalu terbukalah goa kenikmatan yang tertutup bulu halus.

Lalu jari pak Wisnu memasuki goa itu. Dia memainkan nafsu Anggi hingga Anggi pun sempat orgasme dan mengeluarkan cairannya. Pak Wisnu lalu membuka pakainanya, sehingga mereka sama-sama telanjang bulat. Kontol pak Wisnu tampak tegak mengacung ingin cepat2 masuk kedalam memek dokter Anggi. Anggi yang telah terbuai nafsu cuma pasrah dan menanti.

Tubuhnya terlentang di ranjang, tangannya cuma terbuka, dan dadanya penuh keringat. Tanpa menunggu lebih lama lagi pak Wisnu membuka paha Anggi dan memasukan kontolnya yang besar kedalam lubang memek Anggi. Dengan penuh nafsu pak Wisnu memaju-mundurkan pantatnya, menyodokkan kontolnya yang keras itu di lubang kemaluan Anggi yang sudah basah.

Anggi cuma pasrah mengikuti permainan pak Wisnu sambil terus mendesah.

“aachh,, oouuuhhh,, mmhhh,,, aah,, aaaahh,,,” cuma kata kata itu yang keluar dari mulut Anggi.

Semakin lama Anggi pun seperti semakin menikmati permainan pak Wisnu yang semakin intense. Desahan-desahan lirihnya mengiringi tiap sodokan kontol pak Wisnu di memeknya. Anggi tak menyangka bisa mendapat kenikmatan dari lelaki selain suaminya, bahkan Dia merasakan kenikmatan yang lebih. Mungkin karena ukuran kontol pak Wisnu yang lebih besar dari suaminya.

Setelah sekitar 20 menit pak Wisnu memaju mundurkan kontolnya, barulah Dia memuntahkan spermanya di dalam memek Anggi. Sedang Anggi sejak pertama tadi telah klimaks berulang ulang. Mereka pun kemudian langsung tidur, dan malam itu berlalu tanpa sepatah kata pun dari Anggi.

Setelah kejadian itu, saat birahi Anggi sedang berada di puncak, Dia terkadang meminta pak Wisnu untuk menemaninya di kamar, cuma untuk memuaskan nafsunya. Pak Wisnu pun dengan senang hati menuruti permintaan Anggi. Dan sampai saat ini mereka masih berhubungan.

Related Post