cerita mesum

Pemuas Nafsu Mantan Model

Berawal ketika aku sedang nongkrong disebuah mall besar yang berada di kota Surabaya. Sebelumnya aku merasa sangat suntuk sekali hingga aku putuskan untuk jalan-jalan ke mall untuk menghilangkan suntukku. Namun tak sesuai perkiraanku, siang itu mall terlihat sangat sepi sekali hingga aku duduk disebuah outlet minuman sambil bengong melihat segelincir orang riwa-riwi. Namun tak lama aku bengong, aku melihat dari kejauhan seorang wanita setengah baya sedang jalan menuju ketempatku.

Terlihat tubuhnya sangat ramping, dengan pakaian yang terlihat sangat mahal nmaun juga sangat seksi sekali, karena perempuan setengah baya itu mengunakan rok diatas lutut tinggi banget. Semakin mendekat tubuh perempuan itu semakin terlihat aduhai sekali, sampai-sampai aku menelan ludah melihatnya. Namun dengan sekejap pandanganku aku alihkan karena perempuan itu benar-benar datang menghampiriku, dan.

“Maaf mas, kalau ‘pasar ikan’ adanya dimana ya..?”

Aku berusaha menutupi kekagetanku dan berusaha menjawab sesantai mungkin,

Baca Juga: Cerita Dewasa Indahnya Bercinta Dengan Pria Pujaan

”Ahh.., Mbak ini becanda ya.. disini mana ada yang jual ikan mbak. Adanya ya di pasar besar..”

“Oh, gicu ya Mas ya..” katanya sambil mikir.

Itulah awal pembicaraan kami rupanya dia tadi hanya memancingku aja, sampai akhirnya kenalan dan ngobrol ngalor ngidul ga jelas. Namanya Salsabila, umur 31 tahun, perumahan elit di daerah Malang, mantan gadis sampul yang bersuami seorang pengusaha. Kebetulan suaminya lagi tugas 1 bulan ke Liverpool Inggris, jadi dia jalan-jalan sendirian. Belum punya anak, karena suaminya menderita impoten.

Setelah ngobrol selama 1 jam sambil makan di cafe. Lalu, aku diajaknya ke rumahnya. Dia mengendarai mobil mewahnya BMW Sport 1 pintu. Setelah sampai di rumahnya yang sangat besar. Padahal aku baru melihatnya dari depan saja. Setelah di-klakYon sama dia, seorang satpam membuka pintu pagar. Sebelumnya, Mbak Salsabila sudah bilang.

“Kalau ada pembantu saya, kamu bilang aja saudara dari suamiku, ya..?”

Sambil berakting layaknya bintang sinetron, Mbak Salsabila memperkenalkan aku sebagai saudara suaminya pada pembantunya. Dan lalu menyuruhnya untuk masak-masak buat makan malam.

“Ayo masuk Yon..? Duduk-duduk saja dulu sebentar di dalem.. ya.. Aku mau ganti baju dulu..” katanya setelah pembantunya pergi ke dapur.

“Eee.. mbak.. kamar kecilnya dimana ya..?”tanyaku.

“Ayo deh, Mbak tunjukin..”katanya sambil menggandeng tanganku.

Sampai akhirnya tiba di kamar mandi.

“Tuh kamar mandinya di sana..” katanya sambil menunjuk ke pintu di ujung kamar.

Aku langsung ke sana, dan ketika mau menutup pintu, Mbak Salsabila tiba-tiba menahan pintu dari luar kamar mandi sambil berkata dengan genit.

“Jangan lama-lama ya Yon..!” Terus ditutup deh pintunya sama dia.

Pas lagi pipis, mataku tiba-tiba tertuju pada sebuah benda panjang yang berada di balik botol-botol sabun. Ketika kuambil.., ternyata titit plastik yang berwarna hitam..! Lalu.. Karena pintunya tidak kukunci, secara diam-diam Mbak Salsabila masuk ke kamar mandi. Karena saat itu aku sedang kaget, tiba-tiba aku dipeluk dari belakang secara lembut. Tangan kiri Mbak Salsabila meraih tanganku yang lagi memegang titit tiruan itu, sedangkan tangan kanannya meremas Tititku.

“Ini mainan aku Yon, kalau lagi kesepian..” bisiknya tepat di telingaku.

Aku terdiam seperti patung, keringat mengucur dengan deras sekali..

“Tapi jauh lebih enak kalau pake yang asli Yon..” desahnya.

Aku benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa ketika dia mulai menjilat leher sekitar telinga. Rasanya geli-geli enak dan aku benar-benar tersihir. Sambil terus menjilat dia berusaha membuka celanaku dari belakang.

“Hhh.., jangan Mbak..!” aku berusaha mengingatinya.

“Tapi.. kenapa Yon..? Hhhmm slurp.. slurp.., nggak suka ya..?” desisnya sambil tetap mencium dan menjilat leherku.

“Hhh.., Yongky masih perjaka mbak..!” kataku.

“Ahh.. masak sih.. ayo dong.. ntar Mbak ajarin deh.. nikmat kok Yon.. mau ya Yon..?”katanya

“Tapi mmbakk.. hh..”teriakku.

“Ayo ikut ke kamar Mbak aja ya.. biar lebih enak..” katanya sambil menarik lenganku.

Dia menuntunku keluar kamar mandi sampai di pinggir ranjang, langsung memagut mulutku dengan ganas. Lidahnya meliuk-liuk mencari-cari lidahku, sementara tangannya kembali berusaha membuka celanaku. Aku yang sudah pasrah dan bengong, mendekap tubuhnya yang sexy dan montok. Setelah celanaku melorot, ciumannya beralih ke leher, ke dada, perut, dan akhirnya ke tititku. Dia mengurut tititku pelan-pelan, “Woowww.. enak banget rasanya.. ohh..?” desahku.

Related Post